Jumat, 20 Mei 2016

Honda kuasai semua segmen motor indonesia



Honda CB150R StreetFire mengalami kenaikan penjualan hingga 90 persen pada bulan April 2016 dibanding bulan sebelumnya. Dengan angka penjualan 16.493 unit, Honda CB150R StreetFire berhasil menggeser tahta raja motor sport yang sebelum-sebelumnya dipegang Yamaha V-Ixion.

Pencapaian ini sekaligus membuat Astra Honda Motor (AHM) menjadi pemimpin di segmen sport dengan pangsa pasar 57,6 persen.
Penjualan Honda CB150R Melonjak, Honda Kuasai Semua Segmen
Penguasan AHM di segmen sport ini terwujud berkat lonjakan permintaan terhadap motor sport All New CB150R StreetFire. Sebelumnya pada Maret lalu, Honda hanya melepas 8.653 unit. Dan pada April naik menjadi 16.493 unit.

General Manager Sales Division PT AHM Thomas Wijaya mengatakan, All New CB150R StreetFire terus mendapat sorotan pecinta motor sport berkat desainnya yang agresif didukung performa dan fitur dengan teknologi tinggi. Kepercayaan tinggi masyarakat ini menjadi motivasi AHM untuk selalu menghadirkan produk yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan konsumen pecinta sepeda motor di Tanah Air.

"Terima kasih atas kepercayaannya telah memilih dan menjadikan sepeda motor Honda teman dalam berkendara dan meraih mimpi. Kami akan selalu berupaya menghadirkan produk dengan teknologi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat memberikan kebanggaan bagi siapapun yang menggunakan produk sepeda motor Honda," kata Thomas dalam siaran persnya.

Pada April 2016 semua model sepeda motor sport Honda mengalami pertumbuhan penjualan. Honda CBR series tumbuh 43,3 persen berkat penjualan sebesar 7.495 unit, diikuti penjualan Honda Verza dengan angka 6.360 unit, Honda MegaPro 441 unit dan jajaran big bike sport Honda 46 unit.

Di segmen motor skuter matik (skutik), Honda juga menjadi pemimpin. Skutik Honda memimpin pasar motor skutik nasional sebesar 74,9% melalui penjualan 285.771 unit. Sementara motor bebek Honda memimpin pasar motor bebek nasional sebesar 74,9% melalui penjualan 32.020 unit. Hal ini mengantarkan AHM memimpin 72,9% pasar motor nasional melalui penjualan sebanyak 348.626 unit.

Honda BeAT series masih menjadi penopang segmen skutik dengan total penjualan 133.837 unit, diikuti oleh Honda Vario series sebesar 106.079 unit, Honda Scoopy series 44.765 unit, Honda Spacy 621 unit dan All New Honda PCX sebesar 469 unit.

 Sedangkan untuk penjualan sepeda motor bebek Honda Supra series memberikan kontribusi terbanyak 14.821 unit, disusul Honda Revo series 10.962 unit, All New Honda Sonic 150 sebesar 4.127 unit dan Honda Blade 2.110 unit. 

Sumber detikcom

Rabu, 18 Mei 2016

Marquez keluhkan akselerasi rc213 nya


 Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez secara mengejutkan terjatuh pada lap ke-16 MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans pada hari Minggu (8/5) dan hanya mampu finis ke-13. Hasil ini pun membuat puncak klasemen direbut oleh Jorge Lorenzo dari genggaman tangannya.
Start dari posisi kedua, Marquez melorot ke posisi keempat pada lap pertama dan harus susah payah melawan Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso. Sayangnya, Marquez dan Dovizioso sama-sama terjatuh pada lap ke-16. Marquez berhasil melanjutkan balapan, namun hanya mampu finis ke-13.

 Finis Ke-13, Marquez Kembali Keluhkan Akselerasi Honda

"Balapan saya baik, mengingat akhir pekan ini begitu berat, nyaris naik podium. Tapi ban depan saya selip di tikungan kelima. Saya kecewa, tapi inilah yang terjadi bila kurang akselerasi. Anda harus memperbaikinya di titik pengereman, dan berkendara seperti ini selama 28 lap sangatlah mudah melakukan kesalahan," ujarnya kepada Crash.net.

Empat kali juara dunia berusia 23 tahun ini pun kembali melemparkan kritik pada Honda soal masalah akselerasi RC213V yang tak kunjung beres sejak akhir musim lalu. Menurutnya, bila tak kunjung terselesaikan, hal ini bisa mempengaruhi mentalitasnya di sisa musim.

"Masalahnya adalah kami tertinggal di akselerasi. Jika berhasil memperbaikinya, motor kami bakal jadi salah satu yang terbaik. Ini sangat berat bagi mental Anda bila Anda tahu tak bisa menempel pebalap lain di lintasan lurus. Tapi saya tahu Honda bekerja keras, saya percaya pada mereka," tutupnya.

Sumber :otosia.com

Rabu, 27 April 2016

Honda CBR250RR Memberi jawaban penggemarnya

Sinyal kelahiran Honda CBR250RR sepertinya kian dekat. Motor sport seperempat liter produk pabrikan ‘sayap mengepak’ itu sedianya bakal debut di Tanah Air dalam hitungan bulan. Dari informasi yang beredar, motor ini akan diproduksi di Indonesia dan nantinya diekspor ke sejumlah negara.


Jelang kelahiran, wujud rendering (rekaan digital) dari Honda CBR250RR sudah terlihat. Adalah majalah otomotif kenamaan Jepang, Young Machine, yang membeberkan versi produksi dari CBR250RR. Render kali ini merupakan wajah rekaan digital terbaru dari Young Machine. Terlihat wujud CBR250RR bertampang sangat agresif.
Berbeda dengan edisi purwarupa yang sempat dipamerkan di ajang Tokyo Motor Show 2015 lalu, kali ini versi produksi massal dari CBR250RR terlihat sudah dilengkapi dengan kaca spion, lampu sein, knalpot standar dan fender.
Jika melihat render yang disajikan Young Machine, Honda sepertinya menawarkan shape tajam dari depan hingga belakang dari CBR250RR. Motor sport fairing dua silinder itu nampak sudah dibekali lampu LED, tangki berotot, jok split model superbike, serta knalpot dengan desain agresif. Tampak pula jika motor CBR250RR dua silinder ini telah ditanamkan suspensi USD.
Jika melihat dengan seksama, lampu sein dari CBR250RR sangat mirip dengan milik New CB150R, kecil dan meruncing. Sama seperti lampu depannya, bagian lampu sein juga sudah mengadopsi teknologi LED.
Desas-desusnya, motor ini bakal memiliki tenaga di atas sejumlah rival mereka, yakni Kawasaki Ninja 250 dan Yamaha R25. Meski begitu, belum ada konfirmasi apa-apa dari Honda terkait spesifikasi teknis dari CBR250RR. Kita tunggu kabar selanjutnya.


Sumber:viva.co.id

Jumat, 22 April 2016

Lorenzo ogah satu team dengan rossi

Kabar berpisahnya Jorge Lorenzo dengan Yamaha dan pindah ke Ducati menjadi berita besar bursa transfer pembalap untuk musim 2017. Mengapa Lorenzo meninggalkan tim yang memberinya tiga gelar juara dunia?
Tidak diragukan lagi, alasan utamanya karena ia percaya bahwa Yamaha lebih menginginkan Valentino Rossi ketimbang dirinya.

Pasalnya, Lorenzo dan Rossi yang kontraknya berakhir di pengujung musim ini, baru Rossi yang memperpanjang kontraknya untuk dua musim ke depan.
Ditambah lagi komentar Rossi belum lama ini yang menyebut, jika Lorenzo pindah ke Ducati ia memiliki nyali yang besar.
Hengkangnya Lorenzo sekali lagi membuktikan kalau ia tidak bisa berada di tim MotoGP yang sama.
Pada 2008-2010 menjadi catatan intern paling intens dalam sejarah MotoGP. Dinding pemisah didirikan di garasi tim Yamaha, tetapi balap di antara mereka tetap sensasional.
Di 2010 Rossi kalah bersaing, Lorezo tampil sebagai juara dunia. Rossi meninggalkan Yamaha di akhir musim itu bergabung ke Ducati, tergoda oleh mimpi all-Italian (pembalap Italia di tim pabrikan Italia). Sayangnya Rossi pun gagal di ducati .

Rossi ingin membutuhkan motor yang lebih baik. Namun ia tidak menemukannya di Ducati. Dalam dua musim hanya naik podium tiga kali.
Ahirnya ia pulang kandang ke Yamaha pada tahun 2013. Musim sebelumnya, Lorenzo meraih juara dunia.
Hubungan mereka membaik. Tidak ada lagi dinding pemisah. Antara pembalap, kru dan engineer tim, mereka mengubah M1 menjadi motor terbaik di lintasan MotoGP.
Kebangkitan luara biasa datang pada 2015. Rossi memimpin kejuaraan dari awal, menang empat kali, meyakinkan dirinya akan tampil sebagai jawara musim itu.
Kondisi ini mengingatkan perseteruan mereka pada 2009. Namun harapan Rossi sirna, karena Lorenzo bisa berbalik memimpin klasemen.
Kemudian Rossi terang-teragan menyebut ada konspirasi sesama pembalap Spanyol untuk menggagalkannya meraih gelar. Ia menuduh pembalap Honda Marc Lorenzo membantu Lorenzo.
Pertarungan tiga pembalap ini mencapai puncaknya di Sepang, Malaysia yang menuntun Lorenzo menggapai mahkota juara ketiganya pada balapan berikutnya di Valencia.
Meskipun telah mengoleksi tiga gelar juara dunia dan secara konsisten membuktikan bahwa dirinya adalah pembalap tercepat di di olahraga ini, Lorenzo merasa bahwa Yamaha masih menyukai Rossi.
Pada GP Qatar lalu ketika Yamaha menawarkan kontrak baru kepada Rossi dan Lorenzo untuk 2017-2018. Rossi segera menandatangani kontrak.
Gosip santer beredar jika Lorenzo akan pindah ke Ducati yang disinyalir menawarkan bayaran lebih besar. Akhirnya kabar nyata itu muncul hari Senin (18/4).
Momok kegagalan Rossi ketika di Ducati menjadi tantangan baginya. Lorenzo ingin membuktikan kalau dirinya sebagai salah satu pembalap hebat.
Lorenzo ingin memberi gelar pada Ducati yang terakhir kali menyandang gelar juara dunia lewat Casey Stoner pada 2007.
Jika niatnya itu tercapai, Lorenzo menjadi orang keenam yang juara dunia dengan dua motor yang berbeda.
Pada akhirnya, Ducati – dengan kekayaannya - membuat keputusan yang mudah untuk mendapatkan Lorenzo, pembalap kelahiran Palma, Spanyol, 28 tahun lalu.
Jadi, selain bayaran yang menggiurkan, hijrahnya Lorenzo dari Yamaha ke Ducati juga karena faktor Valentino Rossi yang membuatnya gerah berada dalam satu tim, plus Yamaha lebih berpihak pada Rossi.
Mungkin Lorenzo merasa akan menemukan kenyaman di Ducati. (otomotifnet.com)

Rabu, 13 April 2016

Kata Rossi jika lorenzo hengkang ke Ducati

Valentino Rossi tidak mempermasalahkan siapa yang akan menjadi tandemnya di tim Movistar Yamaha musim depan. Hal itu diucapkan Rossi ditengah rumor pembalap Suzuki Maverick Vinales yang akan menggantikan Jorge Lorenzo.

Rossi Tak Masalahkan Siapa Tandemnya Musim Depan

Namun, Rossi mengakui Vinales bisa menjadi lawan yang hebat dalam waktu dekat. Mengingat performa pembalap 21 tahun tersebut kian meningkat di awal musim MotoGP 2016 ini."Bagi saya, tak ada masalah. Ini bukan perbedaan besar jika Lorenzo bertahan atau Vinales masuk, atau juga (Andrea) Iannone, atau (Dani) Pedrosa," tutur pembalap berjuluk The Doctor itu.

"Namun, harus diakui dengan Vinales persaingan akan sangat sulit. Ia masih sangat muda dan memiliki bakat yang baik. Saya pikir ia akan menjadi salah satu pembalap top di MotoGP," sambungnya.

Hingga sesi latihan bebas kedua MotoGP Amerika di Circuit of the Americas, Rossi masih belum mampu masuk jajaran tiga besar. The Doctor hanya finis di tempat ketujuh pada sesi pertama dan naik satu tingkat di sesi kedua latihan bebas.

Sumber:metrotvnews

Senin, 21 Maret 2016

Rossi masih belum mampu kalahkan marquez

Beda seperti rekan setim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, yang mengatakan ban belakang soft Michelin merupakan kunci kemenangannya di MotoGP Qatar, Valentino Rossi masih belum yakin apakah hal yang sama akan berlaku buat dirinya.

  

Rossi finis keempat di Sirkuit Losail, Qatar, di belakang Marc Marquez (Repsol Honda). Kedua pebalap ini menggunakan ban belakang medium. Sementara itu Lorenzo dan Andrea Dovizioso (Ducati) yang mengangkat podium kedua memilih ban belakang soft.
“Sangat penting untuk mengerti pilihan ban belakang. Saya tidak tahu apakah dengan soft saya bisa lebih kompetitif,” ujar Rossi dalam wawancara setelah selesai balapan, Motorsport.com, Minggu (20/3/2016).

“Mungkin saja saya menggunakan soft dan lebih lambat,” kata Rossi lagi.
Rossi menjelaskan hasil yang ia dapat di seri perdana MotoGP 2016 ini bukan kesalahan strategi. Hanya saja ia mengakui tidak memiliki kecepatan yang cukup buat berbicara lebih banyak.
Rossi juga mengatakan tidak ada momen di mana ia merasa lebih cepat dari pebalap di depannya, lantas punya kekuatan untuk mencoba satu serangan.
“Saya selalu di sana, tapi selalu 10 meter (di belakang). Mencoba seperti ini, mencoba tetap di belakang, tapi sayangnya saya tidak punya kecepatan yang cukup untuk menyerang. Inilah masalahnya.

Sumber:kompas.com