Jumat, 27 November 2015

Untung Rosi bukan di F1 !

Meski sudah terlambat, kemarin Bernie Ecclestone, promotor kondang balapan Formula 1, menyindir Valentino Rossi. Sindiran promotor asal Inggris soal peristiwa di MotoGP Sepang (25/10) antara The Doctor dan Marc Marquez. Kata Bernie untung Valentino Rossi bukan balapan di F1.
“Kalau Valentino balapan di F1 dan aksinya merugikan pembalap lain, Valentino akan didiskualifikasi. Bendera hitam akan berkibar. F1 akan tegas dengan pembalap yang beraksi dan membahayakan pembalap lain,” beber Bernie.
Ucapan untung Valentino Rossi bukan balapan di F1 saat Bernie ditanya kemungkinan Rossi pindah ke F1. “Rossi di level paling tinggi. Seperti dia tidak akan mengubah sikapnya untuk pindah dari MotoGP. Itu bagus,” jelas kakek yang sudah berumur 85 tahun.

Sumber:motorplus.com

Yamaha kembalii di rundung masalah recall

Yamaha kembali dirundung kasus recall, alias penarikan massal. Setelah sebelumnya R3 mengalami penarikan massal lantaran mengalami masalah, kini recall terjadi pada YZF-R1 dan YZF-R1M.

Dilansir Motorbiketimes, Kamis, 26 November 2015, dua modelsportbike itu ditemukan bermasalah pada bagian gear transmisi. Bahkan, tidak main-main, roda pada gigi motor tersebut berpotensi membuat kecelakaan pada pembesutnya karena ketahanan yang kurang memadai.

Menurut salah seorang sumber terpercaya, motor seharga Rp649 juta itu bermasalah pada saat gigi diinjak di posisi dua, tiga, dan empat. Dilaporkan, bisa terjadi pergeseran ekstrem dan pecah jika di bawah tekanan tinggi. Artinya, kondisi ini akan membahayakan pembesutnya jika motor digeber dalam kecepatan tinggi.

Meski Yamaha belum melakukan pengumuman bakal melakukan perbaikan, pabrikan berlogo Garpu Tala itu dikabarkan tengah bersiap melakukan pengumuman recall akhir pekan ini.
Tak cuma itu, untuk sementara waktu Yamaha dikabarkan juga akan menyetop penjualan Yamaha YZF-R1 dan YZF-R1M. Diketahui, dua motor ini juga dijual di Indonesia.

Sumber:vivanews.com

Senin, 23 November 2015

Kejutan Honda CBR 250RR

Pada gelaran Tokyo Motor Show (TMS) 2015 lalu, Honda Motor Co Ltd menampilkan Light Weight Super Sports Concept. Rumors yang beredar ini adalah calon sport 250 cc dengan mesin 2-silinder atau generasi terbaru CBR250RR.

KompasOtomotif coba menelusuri kabar tersebut dengan mengorek informasi dari PT Astra Honda Motor (AHM). Direktur Pemasaran, Margono Tanuwijaya hanya mengatakan, model tersebut memang masih berstatus konsep, dan belum bisa diinfokan apakah ini kejutan dari Honda untuk kelas sport 250 cc.

"Modelnya keren kan. Itu masih konsep jadi saya belum bisa menjelaskan banyak. Kita akui memang sport 250cc masih tertinggal dari kompetitor baik segi desain atau teknologi mesin. Ini bisa jadi pertanda baik," jelas Margono kepada KompasOtomotif, di sela acara Honda Bikers Day (HBD) 2015, Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (21/11/2015). 

Koji Sugita, yang juga menjabat sebagai Direktur Pemasaran AHM menambahkan, secara desain dan teknologi ini adalah perkembangan yang sangat baik. "Dulu saat peluncuran All-New CB150R StreetFire, Presiden Direktur AHM, Toshiyuki Inuma. pernah mengatakan ini bukanlah kejutan yang terakhir. Masih ada kejutan lain yang disiapkan Honda. Mungkin saja ini adalah kejutannya," jelas Sugita-san.

Kesan awal, gagah dan berkelas terpancar dari Light Weight Super Sports Concept. Meski konsep, desainnya sudah bisa diraba, menggunakan model dual keen eyes yang menyipit. Terdapat kisi-kisi udara di bawah lampu depan, dan desain makin apik ke bagian belakang.

Panel meter digital dengan rpm paling atas 14.000, dan limit di 16.000. Turun ke bawah, tampak mesin menjulurkan dua leher, artinya, sepeda motor ini akan berkonfigurasi mesin 2-silinder. Suspensi depan upside down, sementara belakang pakai Ohlins.

Dalam siaran resmi, disebut bahwa sepeda motor ini punya karakter agresif, ditunjukkan dari lampu depan yang meruncing. Struktur bodi adalah kombinasi dari arsitektur pesawat, membuatnya lebih solid. Ditambah dengan warna hitam dof membuat tampangnya semakin ganas.

Sumber;kompas.com

Minggu, 15 November 2015

Hanya butuh 3 bulan Honda sonic hancurkan Satria 150...

Tanda-tanda Honda New Sonic 150R mengusik ketenangan Suzuki Satria FU 150 kini makin kentara. Pertarungan bebek ”ayam jago” sejak tiga bulan terakhir membuktikan bahwa konsumen sepeda motor di segmen khusus ini butuh penyegaran. Untuk pertama kalinya, Satria FU tumbang dalam hal penjualan.

Mengacu pada data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), New Sonic yang menempel sejak pertama kali dijual secara penuh pada Agustus 2015 akhirnya mengungguli penjualan Satria FU 150 pada Oktober 2015. Praktis hanya butuh tiga bulan untuk ayam jago Honda itu melibas ayam jago Suzuki yang selama ini tak ada tandingan.



Tercatat bulan lalu, New Sonic 150R terjual 9.411 unit. Sementara Satria FU 150 pada Oktober 2015 penjualannya tinggal 5.744 unit. Tanda-tanda Sonic bakal melesat sudah ada sejak Agustus, terjual 8.413 unit, lalu September menempel tipis di angka 7.136 unit.

Di sisi lain, Satria FU 150 sebenarnya tetap stabil di awal kemunculan Sonic pada Agustus dan September yang terjual masing-masing 8.692 unit dan 7.588 unit. Namun penurunan drastis terjadi bulan lalu, mencapai 24,3 persen. Persaingan pun mulai memanas dalam beberapa bulan ke depan.

Yamaha MX-KingMeski bukan masuk di deretan ayam jago, namun Yamaha MX-King yang dikatakan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sebagai ”bebek super” tetap menjadi ”peserta” paling sukses dalam adu gengsi bebek 150 cc di Indonesia.

Penjualan pada Oktober 2015 lalu memang turun drastis akibat lesunya pasar, menjadi 9.474 unit dibandingkan September 2015 yang masih berada di kisaran 12.000-an unit. Namun tetap saja, jumlah itu masih di atas para ayam jago.

Persaingan masih akan terjadi hingga akhir tahun, dan tetap menarik untuk diperhatikan.

Sumber:kompas.com

Jumat, 13 November 2015

5 Motor terlaris di indonesia,Honda sulit di geser

Penjualan sepeda motor nasional pada Oktober 2015, tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Penurunan tersebut tercatat memang terbilang kecil, karena tak sampai satu persen. 

Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), Kamis 12 November 2015, penjualan pada September 2015, mencapai 632.227 unit. Sedangkan pada Oktober 2015, penjualan sepeda motor terjual sebanyak 626.725 unit (turun 0,87 persen).



Penjualan tersebut, tercatat sebagai penjualan sepeda motor terbanyak nomor tiga sepanjang 2015. Sebelumnya, penjualan terbanyak tercatat pada Agustus 2015, dengan total penjualan sebanyak 645.997 unit.

Dari lima anggota AISI, hanya Honda yang mengalami peningkatan penjualan dibandingkan bulan lalu. Untuk penjualan pada September 2015, Honda disebutkan mengalami penjualan sebanyak 427.247 unit, angka tersebut naik menjadi 458.749 unit untuk penjualan pada Oktober 2015. Dengan penorehan tersebut, penjualan Honda bulan ini merupakan penjualan terbanyak sepanjang 2015.

Yamaha masih tetap berada di posisi kedua, dengan penjualan sebanyak 146.627 unit pada Oktober 2015. Penjualan ini menurun, bila dibandingkan penjualan pada September 2015, sebanyak 626.725 unit.

Sementara itu, Kawasaki kembali menyalip penjualan Suzuki di Oktober 2015. Pada September lalu, Kawasaki mampu terjual sebanyak 10.841 unit, sedangkan pada Oktober 2015, penjualannya menurun menjadi 10.755 unit.

Jika di September 2015, Suzuki mampu menjualnya 12.152 unit, Oktober ini Suzuki kembali mengalami penurunan penjualan dan menyandang posisi keempat dengan penjualan 9.674 unit. 

Posisi terakhir ditempati oleh TVS dengan penjualan 920 unit di Oktober 2015. Angka tersebut menurun bila dibandingkan September 2015, dengan penjualan sebanyak 2.727 unit. 

Sumber:vivanews.com

Ini alasan Yamaha lagi setelah vixion tergusur oleh CB150

Jakarta -Motor sport Yamaha V-Ixion sejak beberapa waktu merajai penjualan motor sport di Indonesia. Namun, pada Oktober lalu predikat jawara yang disandangnya direbut motor sport Honda, CB150R. Lantas, apakah pamor andalan Yamaha itu telah pudar? Atau ada alasan lain?

“Yang pasti bukan karena daya tarik motor yang pudar atau minat masyarakat yang sudah surut. Daya tarik dan minat masih sangat tinggi, tetapi ada sejumlah faktor lain, termasuk manajemen stok yang kami jalankan,” kata Asisten General Manager Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Mohammad Masykur saat dihubungi di Jakarta, Jumat (13/11/2015).
Ini Alasan Yamaha Soal Tergesernya V-Ixion dari Singgasana Motor Sport

Menurut Masykur, pihaknya sengaja mengurangi stok di diler-diler menjelang akhir tahun seperti sekarang. Alasannya, untuk tetap menjaga kesinambungan penjualan di periode awal tahun mendatang.

Strategi seperti itu dijalankan, karena calon pembeli sendiri sudah banyak yang enggan melakukan pembelian di akhir tahun karena ingin menunggu motor keluaran awal tahun. “Mereka ingin agar nomor rangka motor atau nomor identitas motor yang baru, yakni yang dikeluarkan di awal tahun baru,” paparnya.

Masykur menyebut, hal itu terjadi karena tidak sedikit orang yang beranggapan jika nomor rangka motor lebih muda maka saat dijual kembali harganya masih tetap tinggi. Karena alasan itulah, maka Yamaha sengaja mengerem pasokan stok ke diler.

Alasan kedua yang disodorkan Yamaha adalah, faktor bencana asap yang terjadi beberapa waktu lalu di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Akibat paparan asap, kegiatan di sejumlah diler di daerah itu tak maksimal, termasuk pasokan dari diler utama ke diler-diler yang berada di bawahnya.

Faktor lain yang juga turut membuat penjualan Yamaha V-Ixion turun, kata Masykur, adalah kondisi pasar yang memang masih lesu. Sehingga, Yamaha pun membatasi jumlah pasokan agar tak terjadi penumpukan stok di diler yang bisa menjadi beban operasional. Terlebih di akhir tahun.

“Tetapi kami yakin, Insya Allah penjualan V-Ixion akan kembali melaju kencang. Karena pamornya sebagai motor sport sudah teruji,” ujar Masykur.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menunjukan, sepanjang Oktober lalu penjualan Yamaha Vixion hanya terjual 18.309 unit. Padahal di bulan sebelumnya, motor sport itu terjual sebanyak 34.070 unit.

Tak hanya itu. V-Ixion juga tercatat sebagai motor di posisi teratas alias jawara dalam penjualan sepeda motor sport di Tanah Air.

Berbeda dengan Yamaha, motor sport Honda yang sekelas dan sejenis V-Ixion yakni Honda CB150R justru membukukan kenaikan penjualan. Jika pada September terjual 25.985 unit, pada Oktober terlego 27.050 unit.

Sumber:detikcom