Senin, 02 November 2015

KTM Bersiap siap hadapi motogp 2017

KTM sangat serius untuk mengikuti ajang balap motor nomor wahid di dunia, MotoGP. Pabrikan asal Austria itu mulai menguji prototipe KTM RC16 yang bakal menjadi andalan KTM di ajang MotoGP.

Seperti diwartakan Asphalt and Rubber dari Moto, Minggu (1/11/2015), KTM RC16 tertangkap kamera sedang diuji di sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria. Sebelumnya, KTM diumumkan bakal mengikuti MotoGP mulai musim 2017 mendatang.

Keseriusan mengikuti MotoGP pun terus digambarkan dengan berbagai persiapan. KTM baru-baru ini merekrut Mika Kallio sebagai test rider motor MotoGP-nya.

Sebagai mantan pebalap, masukan dari Kallio terhadap KTM RC16 yang telah diujinya sangat bermanfaat untuk tim pengembang.

Motor KTM yang akan digunakan di MotoGP tampaknya sama dengan RC16 yang dijual umum khusus trek balap. Ada beberapa kesamaan antara prototipe RC16 MotoGP dan RC16 yang dijual umum.

KTM RC16 memiliki frame teralis baja dan akan berbagi kesamaan dengan motor MotoGP di musim 2017 nanti. Prototipe ini memiliki pelek berukuran 17 inci, rem Brembo dan cakram karbon.

Urusan suspensi sudah ditangani oleh WP Suspension, sebuah perusahaan milik KTM.

Fairing dengan gambar Red Bull pun tampak menarik. Tim pabrikan KTM akan bekerja sama dengan perusahaan minuman energi itu di ajang MotoGP.

Tak heran jika keduanya menjalin kerja sama. Sebab, KTM dan Red Bull berasal dari negara yang sama, Austria. Keduanya juga telah berkolaborasi di Moto3.

Sumber:detiktootif.com

10 Syarat mutlak Untuk Rosi agar jadi Juara Dunia 2015

Valentino Rossi harus menerima kenyataan bakal start dari posisi buncit pada seri pamungkas MotoGP di Valencia, 8 November mendatang. Fakta ini sontak mengerdilkan peluangnya untuk merebut gelar juara dunia ke-10 nya.

Sanksi start dari posisi terbelakang harus diterima Rossi lantaran ia dinyatakan bersalah dalam insiden senggolan dengan Marc Marquez pada seri ke-17 MotoGP Malaysia, akhir pekan lalu. Sebuah hukuman yang menurut Rossi dan banyak orang tidak adil.

Namun, hidup tetap harus berjalan. Rossi tidak boleh terus larut dalam kekecewaan. Sebab, peluangnya untuk jadi juara dunia musim ini masih terbuka, kendati tipis.

Ya, Rossi saat ini masih memuncaki klasemen sementara pembalap dengan koleksi 312 poin. Dia unggul tujuh angka dari pesaing terdekat sekaligus rekan setimnya di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo.

Untuk jadi juara, Rossi memang harus mengerahkan seluruh kemampuannya. Hitung-hitungan simpelnya, pembalap kawakan 36 tahun ini wajib mengakhiri balapan di posisi dua di Valencia untuk memastikan gelar juara dunia musim ini.

Skenario di atas bukan satu-satunya skenario yang akan membuat Rossi jadi juara dunia musim ini. Masih ada sembilan skenario lain yang memungkinkan Rossi jadi juara dunia musim ini.

Berikut 10 skenario GP Valencia yang akan membuat Valentino Rossi merebut gelar juara dunia MotoGP 2015:

1. Jika Lorenzo gagal finis, Rossi dipastikan jadi juara dunia. Rossi juga akan jadi juara dunia apabila finis di depan Lorenzo.

2. Jika Lorenzo jadi juara di Valencia, maka dia memiliki poin 330. Dengan demikian, Rossi harus finis di posisi dua untuk jadi juara dunia (poin Rossi menjadi 332).

3. Jika Lorenzo finis di posisi dua, maka, poinnya menjadi 325. Andai Rossi finis di posisi empat, maka, keduanya akan mengakhiri musim dengan poin sama, yakni 325. Jika demikian, Lorenzo bakal keluar sebagai juara karena lebih banyak memenangi seri balap di musim ini. Untuk menghindari skenario itu, Rossi harus finis di posisi tiga andai Lorenzo finis di posisi dua.

4. Jika Lorenzo finis di posisi tiga, maka, Rossi setidaknya harus mencetak 10 poin dengan finis di posisi enam atau lebih baik.

5. Andai Lorenzo mengakhiri balapan di posisi empat, Rossi harus mencetak tujuh poin. Jadi, dia harus finis minimal di posisi sembilan atau lebih baik.

6. Jika Lorenzo finis di posisi lima (total 315 poin), maka, Rossi harus finis di posisi 11 atau lebih baik untuk jadi juara dunia.

7. Jika Lorenzo finis di posisi enam (total 315 poin), maka, Rossi harus finis di posisi 12 atau lebih baik.

8. Jika Lorenzo finis di posisi tujuh (total 314 poin), Rossi harus mengakhiri balapan di posisi 13 atau lebih baik.

9. Andai Lorenzo finis di posisi delapan, Rossi harus finis di posisi 14 atau lebih baik.

10. Jika Lorenzo finis di posisi sembilan, Rossi harus mampu setidaknya meraih satu poin untuk jadi juara dunia. Itu berarti, dia harus finis di posisi 15 atau lebih baik.


Sumber:kompas.com

Jumat, 30 Oktober 2015

Detail Honda CBR 250RR 2 cylinder

Tak hanya deretan mobil, Honda Motor Co Ltd juga menyodorkan line up sepeda motor terbaru di ajang Tokyo Motor Show di Tokyo Big Sight, Tokyo, Jepang, Rabu (28/10/2015). Namun dari banyak produk, paling ditunggu untuk pasar Asia adalah Light Weight Super Sports Concept. Sangat kuat rumor yang menyatakan bahwa inilah cikal bakal sport 250 cc dengan mesin 2-silinder.

Buat KompasOtomotif, sepeda motor ini cukup kuat magnetnya. Sesaat sebelum dimulainya konferensi pers, selubungnya sudah dibuka, mengundang siapa pun yang penasaran untuk jeprat-jepret. Pertanyaan pun otomatis terlontar, benarkah ini generasi baru CBR250RR?

”Kami belum bisa mengatakannya. Sejujurnya pun kami masih mencari konfigurasi yang pas untuk konsep ini. Untuk sementara, kami hanya menyebutnya konsep sepeda motor sport terbaru,” kata Shigehiro Nakashima, Motorcycle PR Manager Corporate Communication Division Honda Motor Co. Ltd. kepada KompasOtomotif.


Kesan awal, gagah dan berkelas. Lampu depan memang belum ada, namun desainnya sudah bisa diraba, menggunakan model dual keen eyes yang menyipit. Terdapat kisi-kisi udara di bawha lampu. Tampak depan cukup garang. Begitu tengok ke belakang, kesan super makin muncul. Gaya lampu runcing mirip moge-moge masa kini.

Izin naik panggung, tampak panel meter digital dengan rpm paling atas 14.000, dan limit di 16.000. Turun ke bawah, tampak mesin menjulurkan dua leher, artinya, sepeda motor ini akan berkonfigurasi mesin 2-silinder. Suspensi depan upside down, sementara belakang pakai Ohlins.

Dalam siaran resmi, disebut bahwa sepeda motor ini punya karakter agresif, ditunjukkan dari lampu depan yang meruncing. Struktur bodi adalah kombinasi dari arsitektur pesawat, membuatnya lebih solid. Ditambah dengan warna hitam dof membuat tampangnya semakin ganas.

Sumber:kompas.com

Selasa, 27 Oktober 2015

Marc Ber ulah,dan akhirnya Rosi menyerah!

Setelah drama menegangkan di GP Malaysia, Valentino Rossi mengakui sudah kehilangan kesempatan jadi juara dunia musim 2015. Bila ada pertanyaan kenapa pemegang tujuh gelar juara MotoGP itu merasa begitu, jawabannya cuma satu, Marc Marquez!
Sebelum GP Malaysia dihelat, Rossi mengungkap dalam konferensi pers, Kamis (22/10/2015), Marquez punya maksud membantu Jorge Lorenzo, pesaing utama Rossi berebut tahta tertinggi musim ini. Di seri sebelumnya, GP Australia, Rossi menganggap Marquez sengaja melambat agar Lorenzo bisa melaju lebih jauh. Keduanya menyangkal tuduhan pebalap asal Italia itu.
“Marc telah mendemonstrasikan apa yang saya katakan saat konferensi pers adalah benar. Saya pikir bila saya mengungkapnya, itu akan membuat dia berpikir, tapi reaksinya berlawanan,” kata Rossi beberapa lama setelah dijatuhi hukuman dari Race Director GP Malaysia, seperti dilansir Motorsport.com.
“Di telah sukses, saya kehilangan gelar,” ucap Rossi.
Insiden Rossi dan Marquez di GP Malaysia terjadi di putaran ketujuh. Marquez tersungkur di pinggir lintasan setelah bersenggolan dengan Rossi. Dari rekaman video bisa terlihat Rossi seperti berniat menjatuhkan juara musim lalu itu dengan kaki kirinya.

Rossi mengatakan tidak benar ia menendang Marquez. Setang sepeda motor Marquez dikatakan menyentuh kakinya lebih dulu, dampaknya kaki itu selip dari pijakan.
“Saya tidak mau dia terjatuh, itu bukan niat saya. Tujuan saya hanya membuatnya keluar jalur (racing line) sebab saya sangat marah, setelah itu saya mau lanjut dan membebaskan diri,” ulas Rossi soal insiden.
“ini hasil yang buruk buat semua. Seharusnya sangat bagus berhadapan dengan Lorenzo (di seri terakhir GP Valencia), tapi Marc telah memutuskan dia harus membuat ini untuk kepentingannya,” ungkap Rossi.

Sumber:otomania.com

Senin, 26 Oktober 2015

Memalukan! aksi sang legenda balap motogp di mata dunia

Sepang – Aksi memalukan diperlihatkan pimpinan klasemen sementara Valentino Rossi dengan menendang juara dunia bertahan Marc Marquez, saat bertarung di GP Malaysia, Minggu (25/10) sehingga Marquez mengalami kecelakaan.

Ronde ketujuhbelas MotoGP yang berlangsung di sirkuit Sepang ini, sebenarnya jadi arena bagi Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo untuk meneruskan pertarungan mereka memperebutkan gelar juara dunia.
Namun yang terjadi justru terjadi pertarungan sengit antara Rossi dan Marc Marquez. Marquez yang sudah pasti kehilangan gelar juara dunianya, tampil agresif untuk hasil terbaik sesuai janjinya memenangkan sisa balapan musim ini.

Namun Rossi tidak kalah beringas. Rossi yang start dari posisi tiga dan tetap mempertahankan posisinya di akhir lap pertama, disalip Jorge Lorenzo di tikungan pertama lap dua.

Satu lap kemudian Lorenzo menyusul Marc Marquez yang melebar saat menikung. Lorenzo pun berada di urutan dua, di belakang Dani Pedrosa. Marquez ketiga dan Rossi keempat.

Lap empat Rossi menyalip Marquez. Kedua musuh bebuyutan ini berkali-kali berganti posisi. Ketika Pedorsa dan Lorenzo sudah agak menjauh, perhatian beralih pada pertarungan Rossi dan Marquez. 

Meskipun itu bukanlah pertarungan untuk memperebutkan gelar juara dunia, tetapi ini jadi pertarungan gengsi di antara Rossi dan Marquez.

Setelah berulang kali saling melaju berdampingan dan berganti tempat memperebutkan posisi tiga, puncaknya di lap 7. Rossi yang menikung dari arah dalam dan melebar, memepet Marquez yang berada di sisi luar.

Rossi sempat melihat posisi Marquez, sejenak kemudian Marquez jatuh terlepanting keluar trek. Rossi meneruskan lomba, sementara Marquez bangkit tetapi ia masuk pit, balapannya berakhir.

Dalam beberapa kali tayangan ulang, tampak Rossi melebarkan lutut kaki kirinya kearah motor Honda yang digeber Marquez. Kejadiannya begitu cepat, bahkan tampak seperti lutut Rossi mengenai tubuh Marquez.

Kubu Marquez tampak kecewa, tak terkecuali ayah Marquez yang ikutan berteriak histeris menyaksikan anaknya dijatuhkan Rossi lewat layar monitor. Kubu Yamaha tampak diam tertegun. Mereka mengira aksi itu aka nada dampaknya bagi Rossi. 

Insiden ini diselidiki pengawas lomba setelah balapan. Lomba ini sendiri dimenangkan Dani Pedrosa yang meraih kemenangan keduanya musim ini. Posisi kedua ditempati Lorenzo dan Rossi naik podium tiga. 

Kini Rossi hanya unggul 7 point dari Lorenzo. Perebutan gelar juara dunia akan ditentukan pada ronde penutup di GP Valencia, Spanyol, dua minggu dari sekarang.

Kabar terbaru, pimpinan lomba menjatuhan hukuman pada Rossi berupa penalti 3 point dan akan menjalani start GP Valencia dari posisi paling belakang.(otosport.otomotifnet.com)

Hasil Lomba
1. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 40m 37.691s 
2. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 40m 41.303s 
3. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 40m 51.415s 
4. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 41m 1.686s 
5. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 41m 6.412s 
6. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP14.2) 41m 14.063s 
7. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 41m 16.981s 
8. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 41m 17.127s 
9. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 41m 20.153s 
10. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 41m 22.292s 
11. Scott Redding GBR Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 41m 25.381s 
12. Yonny Hernandez COL Octo Pramac Racing (Desmosedici GP14.2) 41m 29.803s 
13. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open) 41m 30.051s 
14. Toni Elias SPA Forward Racing (Forward Yamaha) 41m 31.310s 
15. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 41m 31.322s 
16. Nicky Hayden USA Aspar MotoGP Team (RC213V-RS) 41m 39.122s 
17. Jack Miller AUS LCR Honda (RC213V-RS)* 41m 40.519s 
18. Mike Di Meglio FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open) 41m 42.766s 
19. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (RC213V-RS)* 41m 47.568s 
20. Anthony West AUS AB Motoracing (RC213V-RS) 42m 2.440s 
Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) DNF 
Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) DNF 
Loris Baz FRA Forward Racing (Forward Yamaha)* DNF 
Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP15) DNF
Damian Cudlin AUS E-Motion IodaRacing (ART) DNF

Sumber:otomotifnet.com

Hilangnya rasa hormat lorenzo dan marquez kepada Rosi

Sepang – Dianggap tidak sportif dengan menendang Marc Marquez sampai jatuh, Valentino Rossi kena penalti 3 point dan start dari belakang di ronde terakhir GP Valencia, Rossi menganggap juara dunianya bisa hilang gara-gara Marquez.

Perang urat saraf dalam perebutan gelar juara dunia 2015 antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, sudah dimulai menjelang GP Malaysia. 
Rossi menuduh Marquez membantu Lorenzo di GP Australia, pekan sebelumnya. Rossi menyebut Marquez sebagai ‘pendukung baru Lorenzo’. 

Sementara Marquez bilang Rossi sangat bagus dalam konferensi pers dan di luar trek. “Tetapi dia harus mengalahkan Jorge di trek, bukan dengan saya,” kata Marquez, juara dunia bertahan yang akan kehilangan gelarnya.

Persaingan panas berlanjut di trek Sepang, Malaysia, Minggu (25/10). Rossi dan Marquez yang tengah memperebutan posisi ketiga, terlibat duel jarak dekat bahkan nyaris bersenggolan. Puncaknya di lap tujuh, Marquez jatuh setelah ditendang Rossi.

Usai lomba, race director memberi penalti 3 point pada Rossi dan menghukumnya start dari posisi belakang pada ronde pamungkas di Valencia, Spanyol, 8 November nanti.

Rossi menyangkal telah menendang Marquez dan kecewa atas penalti itu. Pimpinan klasemen sementara ini merasa Marquez telah berkontribusi atas kehilangan gelar juara dunianya tahun ini.

Ia menyatakan bahwa Marc Marquez yang ‘memutuskan juara dunia’ dan ‘membuatnya kehilangan gelar’. Karena ia merasa hukuman start dari posisi paling belakang terlalu berat di putaran terakhir.

“Saya sangat kecewa dengan penalti tiga point. Dia (Marquez) menang. Dia yang menentukan kejuraan dan dia yang membuat saya kehilangan gelar. Saya kira dia akan sangat senang,” kata Rossi usai lomba.
“Saya tidak tahu apakah saya sudah kehilangan gelar juara, tetapi sekarang akan sangat sulit. Tiga point memberi saya masalah besar di Valencia, karena jika saya start paling terakhir itu sangat mustahil,” kata Rrossi usai lomba.

Rossi mengira kenapa Marquez begitu agresif dalam balapan karena sangat marah sejak kejadian di GP Argentina. Saat itu Marquez mengira Rossi sengaja menjatuhkannya.

Di pandangan banyak pembalap dan jurnalis, Rossi dianggap beruntung tidak terkena hukuman berat, baik itu ride-through penalty atau kibaran bendera hitam. Lorenzo dan Marquez menyebut kehilangan rasa hormat pada Rossi.

Menuju GP Valencia dua pekan ke depan, memang berat bagi Rossi yang start dari belakang. Di Valencia yang juga merupakan kandang pembalap Spanyol, Marquez, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo. Di sini Lorenzo menang dua kali, Rossi terakhir menang tahun 2004.
Sumber:otomotifnet.com