Rabu, 04 November 2015

Bandingkan CBR250RR Dan CBR400RR Serupa!

Tokyo - Di Tokyo Motor Show 2015 (29/10-8/11), Light Weight Super Sports Concept dari Honda yang digadang-gadang akan menjadi the next CBR250RR dengan mesin 2 silinder dipajang bersebelahan persis dengan CBR400R terbaru. Meski mesin lebih kecil, enggak kalah berisi lho!

"Dijejerin, terlihat sama kerennya. Kekar juga," beber Billy Riestianto, Pemred OTOMOTIFNET.COM yang berada di lokasi. "Rangkanya juga sama, tapi kaki-kakinya lebih sangar. Sudah upside down," kagumnya.

Entah apakah nantinya suspensi terbalik khas motor gede ini akan tetap ada di CBR250RR. Setidaknya, meskipun pakai teleskopik namun tetap akan tampak keren asal diameternya sok depan ini mengusung diameter cukup besar.

Dari dekat jelas sekali banyak lekukan tajam di bodi full fairingnya, lampu LED berwarna biru, samaan nih kaya CBR400R yang juga pakai lampu tipe LED. Yang tak kalah menarik adalah bodi buntutnya ada lubang angin mirip Ducati Panigale. Yang unik lainnya adalah striping pada fairingnya, mengingatkan kita pada stiker di bodi Honda Sonic 150R, berupa grafis siluet mesin.

Sasisnya bukan deltabox, tapi punya dua batang besar bertumpuk sebagai sasis utama, mundur sedikit suspensi belakang Ohlins tampak jelas karena area tengah ini tampak kosong. Swing arm alumunium dan punya desain lampu belakang LED yang sipit dan material carbon. Sekilas malah lebih futusirtik dari CBR400R.

Mesinnya jelas punya dua silinder segaris, knalpotnya berkonfigurasi 2-1 dari Akrapovic. Sudah injeksi juga, sayang belum ada kejelasan spesifikasi lainnya. Yang jelas, jika melihat panel spidometernya yang semi digital, red line ada di 16.000 rpm dengan limiter di 14.000 persis YZF-R25.

Meski kapasitas mesinnya lebih kecil, tapi nggak kalah berisi kan!(otomotifnet.com)

CBR 250 RR 2 Cylinder akan di produsi di Indonesia

Motor konsep Light Weight Super Sports Concept dari Honda ini punya kans jadi penerus Honda CBR250RR dua silinder, atau jadi CBR bermesin 300 cc untuk beberapa negara seperti di Eropa. Lalu kapan akan mulai diproduksi?

Informasi dari beberapa narasumber justru menjurus pada kemungkinan motor ini akan diproduksi massal tahun depan di Indonesia. "Pabrik Honda di Karawang jadi tempat produksinya," beber narasumber dari PT Astra Honda Motor (AHM).



Tentunya info ini menguatkan pernyataan Agustinus Indraputra, GM Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor di sela-sela final Honda Modif Contest di Yogyakarta (31/10) lalu.

"Saat ini masih dipelajari," ungkapnya. Ketika didesak lebih lanjut, persentase kemungkinannya, pria yang akrab disapa Indra ini menambahkan, "Ya kalau memang respon bagus, akan dipertimbangkan, ditunggu saja," pungkasnya.   

Bodinya full fairing dengan lekukan tajam, lampu LED berwarna biru membuatnya tampil makin sangar. Yang tak kalah menarik adalah bodi buntutnya ada lubang angin mirip Ducati Panigale. Yang unik lainnya adalah striping pada fairingnya, mengingatkan kita pada stiker di bodi Honda Sonic 150R, berupa grafis siluet mesin.

Sasisnya bukan deltabox, tapi punya dua batang besar bertumpuk sebagai sasis utama, mundur sedikit suspensi belakang Ohlins tampak jelas karena area tengah ini tampak kosong. Swing arm alumunium dan punya desain lampu belaakang LED yang sipit dan material carbon.

Sedang yang depan suspensinya upside down berwarna hitam gelap dengan single disc brake dan ban slick. Pelek palang 8 ada di kedua rodanya.

Mesinnya jelas punya dua silinder segaris, knalpotnya berkonfigurasi 2-1 dari Akrapovic. Sudah injeksi juga, sayang belum ada kejelasan spesifikasi lainnya. Yang jelas, jika melihat panel spidometernya yang semi digital, red line ada di 16.000 rpm dengan limiter di 14.000 persis YZF-R25. (otomotifnet.com)

Selasa, 03 November 2015

Manuver Marquez memberi pelajaran Sang Legenda Rosi

Direktur Keselamatan MotoGP, Franco Uncini angkat bicara soal desakan kubu Valentino Rossi untuk mengusut tuntas manuver Marc Marquez saat balapan di Sepang. Movistar Yamaha juga mengklaim kalau pembalap Spanyol terjatuh bukan karena senggolan Rossi.

Menurut Uncini segala keputusan yang sudah dilakukan Race Direction telah melewati tahap investigasi. Dan hasilnya, Rossi tampak jelas telah mendorong Marquez hingga terjatuh.
Marc Marquez dan Valentino Rossi (foto: AFP)

"Setelah kami melihat tayangan ulang, kami segera memberi hukuman untuk Valentino Rossi. Bagi kami tampak jelas, kalau ia (Rossi) mendorong Marquez," jelas Uncini.

"Tapi kami memutuskan untuk terus mengikuti perlombaan, kemudian berbicara kepada pembalap yang bersangkutan, dan melihat kembali benturan itu," terangnya.

Uncini juga menganggap jika manuver yang dilakukan Marquez merupakan kesengajaan untuk memperlambat pergerakan Rossi, hal itu dianggap takkan membuahkan hukuman buat Marquez.

"Kenapa kami harus menghukum pembalap yang melakukan manuver menyalip sama dengan 1000 orang lainnya? Selama mereka berada dalam aturan, balapan mereka diterima, mereka adalah tontonan," tegas Uncini. 

Sementara itu Rossi pun harus pasrah diganjar hukuman penalti tiga poin. Dengan kata lain The Doctor akan start paling terakhir pada balapan di Valencia, 8 November mendatang.

Namun kubu Repsol Honda tak puas dengan hukuman yang diberikan Rossi dan dianggap terlalu ringan. Bahkan pihak pengawas lomba dianggap takut memberikan hukuman yang lebih berat karena terbentur nama besar Rossi.

"Keputusan itu terlalu penting, dan bukan karena yang bersangkutan adalah Rossi, tetapi karena itu akan mempengaruhi hasil dari kejuaraan," tegasnya.

Sumber:metrotvnews.com

Rapat Luar Biasa jelang motoGP Valencia

Semua yang terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP 2015 dipanggil untuk mengikuti meetingdadakan yang sifatnya luar biasa, Kamis (5/11/2015) sore waktu Valencia, Spanyol. Kemungkinan besar pertemuan ini ada hubungannya dengan perseteruan Rossi-Marquez yang semakin memanas.

Saat tensi antara Honda-Yamaha masih tinggi, fans dan suasana di paddock terpolarisasi, semua pebalap dan manajer tim akan dipertemukan dengan Carmelo Ezpeleta, Chief Executive MotoGP. Pertemuan itu juga memanggil panitia lomba di Valendia, Dorna Sport, hingga Presiden FIM Vito Ippolito.

FIM terang-terangan pernyataan bahwa pertemuan itu diselenggarakan terkait dengan apa yang terjadi di GP Malaysia dan perkembangannya seminggu terakhir, membuat FIM menerapkan status saat ini sebagai ”keadaan yang luar biasa”.

Buktinya, konferensi pers yang sudah dilakukan sebagai tradisi sebelum balapan resmi dibatalkan untuk seri Valencia . Tidak ada keterangan alasan, namun keputusan ini tetap ada hubungannya dengan menjaga suasana agar tetap kondusif.

Saking khawatirnya FIM, minggu lalu Ippolito menuliskan surat, yang intinya menyerukan agar semua pihak tidak terus ”meracuni” MotoGPdan membuat suasana menjurus anarki.

Menarik untuk ditunggu hasil dari pertemuan itu, tapi yang jelas, ”Sepang Clash” antara Marquez dan Rossi akan menjadi salah satu catatan sejarah yang menarik selama penyelenggaraan MotoGP. Insiden dan perseteruan yang menjurus ketegangan berbau nasionalisme cukup menodai balap sepeda motor paling bergengsi sejagat itu.

Sumber:kompas.com

Senin, 02 November 2015

KTM Bersiap siap hadapi motogp 2017

KTM sangat serius untuk mengikuti ajang balap motor nomor wahid di dunia, MotoGP. Pabrikan asal Austria itu mulai menguji prototipe KTM RC16 yang bakal menjadi andalan KTM di ajang MotoGP.

Seperti diwartakan Asphalt and Rubber dari Moto, Minggu (1/11/2015), KTM RC16 tertangkap kamera sedang diuji di sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria. Sebelumnya, KTM diumumkan bakal mengikuti MotoGP mulai musim 2017 mendatang.

Keseriusan mengikuti MotoGP pun terus digambarkan dengan berbagai persiapan. KTM baru-baru ini merekrut Mika Kallio sebagai test rider motor MotoGP-nya.

Sebagai mantan pebalap, masukan dari Kallio terhadap KTM RC16 yang telah diujinya sangat bermanfaat untuk tim pengembang.

Motor KTM yang akan digunakan di MotoGP tampaknya sama dengan RC16 yang dijual umum khusus trek balap. Ada beberapa kesamaan antara prototipe RC16 MotoGP dan RC16 yang dijual umum.

KTM RC16 memiliki frame teralis baja dan akan berbagi kesamaan dengan motor MotoGP di musim 2017 nanti. Prototipe ini memiliki pelek berukuran 17 inci, rem Brembo dan cakram karbon.

Urusan suspensi sudah ditangani oleh WP Suspension, sebuah perusahaan milik KTM.

Fairing dengan gambar Red Bull pun tampak menarik. Tim pabrikan KTM akan bekerja sama dengan perusahaan minuman energi itu di ajang MotoGP.

Tak heran jika keduanya menjalin kerja sama. Sebab, KTM dan Red Bull berasal dari negara yang sama, Austria. Keduanya juga telah berkolaborasi di Moto3.

Sumber:detiktootif.com

10 Syarat mutlak Untuk Rosi agar jadi Juara Dunia 2015

Valentino Rossi harus menerima kenyataan bakal start dari posisi buncit pada seri pamungkas MotoGP di Valencia, 8 November mendatang. Fakta ini sontak mengerdilkan peluangnya untuk merebut gelar juara dunia ke-10 nya.

Sanksi start dari posisi terbelakang harus diterima Rossi lantaran ia dinyatakan bersalah dalam insiden senggolan dengan Marc Marquez pada seri ke-17 MotoGP Malaysia, akhir pekan lalu. Sebuah hukuman yang menurut Rossi dan banyak orang tidak adil.

Namun, hidup tetap harus berjalan. Rossi tidak boleh terus larut dalam kekecewaan. Sebab, peluangnya untuk jadi juara dunia musim ini masih terbuka, kendati tipis.

Ya, Rossi saat ini masih memuncaki klasemen sementara pembalap dengan koleksi 312 poin. Dia unggul tujuh angka dari pesaing terdekat sekaligus rekan setimnya di Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo.

Untuk jadi juara, Rossi memang harus mengerahkan seluruh kemampuannya. Hitung-hitungan simpelnya, pembalap kawakan 36 tahun ini wajib mengakhiri balapan di posisi dua di Valencia untuk memastikan gelar juara dunia musim ini.

Skenario di atas bukan satu-satunya skenario yang akan membuat Rossi jadi juara dunia musim ini. Masih ada sembilan skenario lain yang memungkinkan Rossi jadi juara dunia musim ini.

Berikut 10 skenario GP Valencia yang akan membuat Valentino Rossi merebut gelar juara dunia MotoGP 2015:

1. Jika Lorenzo gagal finis, Rossi dipastikan jadi juara dunia. Rossi juga akan jadi juara dunia apabila finis di depan Lorenzo.

2. Jika Lorenzo jadi juara di Valencia, maka dia memiliki poin 330. Dengan demikian, Rossi harus finis di posisi dua untuk jadi juara dunia (poin Rossi menjadi 332).

3. Jika Lorenzo finis di posisi dua, maka, poinnya menjadi 325. Andai Rossi finis di posisi empat, maka, keduanya akan mengakhiri musim dengan poin sama, yakni 325. Jika demikian, Lorenzo bakal keluar sebagai juara karena lebih banyak memenangi seri balap di musim ini. Untuk menghindari skenario itu, Rossi harus finis di posisi tiga andai Lorenzo finis di posisi dua.

4. Jika Lorenzo finis di posisi tiga, maka, Rossi setidaknya harus mencetak 10 poin dengan finis di posisi enam atau lebih baik.

5. Andai Lorenzo mengakhiri balapan di posisi empat, Rossi harus mencetak tujuh poin. Jadi, dia harus finis minimal di posisi sembilan atau lebih baik.

6. Jika Lorenzo finis di posisi lima (total 315 poin), maka, Rossi harus finis di posisi 11 atau lebih baik untuk jadi juara dunia.

7. Jika Lorenzo finis di posisi enam (total 315 poin), maka, Rossi harus finis di posisi 12 atau lebih baik.

8. Jika Lorenzo finis di posisi tujuh (total 314 poin), Rossi harus mengakhiri balapan di posisi 13 atau lebih baik.

9. Andai Lorenzo finis di posisi delapan, Rossi harus finis di posisi 14 atau lebih baik.

10. Jika Lorenzo finis di posisi sembilan, Rossi harus mampu setidaknya meraih satu poin untuk jadi juara dunia. Itu berarti, dia harus finis di posisi 15 atau lebih baik.


Sumber:kompas.com